查看完整案例

收藏

下载
Lebih Santai Menikmati Modernitas Jakarta
Perpaduan antara taplak bermotif bunga merah jambu, kursi-kursi bakso biru elektrik, serta tumpukan stiker jalanan dan pamflet iklan bukanlah benda-benda yang lumrah di Kopi Manyar. Namun, pada 24 Oktober hingga 15 November lalu, kedai kopi yang klimis dan dominan warna monokrom itu merelakan ruangnya untuk “diacak-acak” pameran
Occupying>Modernism
. Bekerjasama dengan perancang ruang pamer, FFFAAARRR, dan perancang visual, gemasemesta.co, Kopi Manyar diokupasi suasana jenaka dan santai selama 22 hari.
Jantung dari pameran ini terletak pada area galeri. Di dalamnya berjajar stiker biru di bagian atas dinding, bertuliskan delapan nama: Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Rumah Silaban, Gelora Bung Karno, Gedung Pola, Bundaran HI, Rumah Adhi Moersid, dan Studio Cahaya. Jajaran foto, sketsa, gambar arsitektur, artikel, tulisan, kliping, buku, hingga kaleng kerupuk ditampilkan tanpa kaidah yang formal. Beberapa terpasang di dalam lemari kaca layaknya mading sekolah, diletakkan di atas ambalan serupa meja warteg, atau dibiarkan bergelayutan pada dinding dan kolom ruangan. Tidak ketinggalan, kursi-kursi bakso biru elektrik yang menjadi ikon dari pameran berdesakan mengisi ruang kosong di tengah galeri.
Lima bangunan publik dan tiga hunian di Jakarta itu dipilih oleh kurator Setiadi Sopandi dan Avianti Armand, merespon tantangan dari
Encounters with South East Asian Modernism (SEAM Encounters)
.
Proyek ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun BAUHAUS, yang mencoba mengamati sisi lain modernisme di Asia Tenggara, khususnya di era pasca-kemerdekaan. Selain Jakarta, pameran juga berlangsung secara bergantian di tiga kota lainnya, yakni Phnom Penh, Yangon, dan Singapura.
Di Jakarta, objek arsip arsitektur modern disajikan sedekat mungkin dengan suasana sehari-hari. Sebagaimana tertulis dalam catatan kuratorial, pameran ini merepresentasikan “bagaimana kita menduduki – merayakan, menggunakan, mengagumi, merawat, mengganggu, merusak, meninggalkan, membenci, mengabaikan, dan menemukan kembali – ruang-ruang modern kita.” Oleh karena itu, tanda > (lebih besar dari) hadir di antara
Occupying
dan
Modernism
. Menjadi simbol bahwa modernisme di arsitektur kita tidak pernah menjadi dominan ketika sudah berhadapan dengan variabel waktu dan penggunanya.
Selain arsip dan dokumentasi, empat seniman diundang untuk melihat, mengamati, mengalami, dan menanggapi delapan objek tersebut. Masing-masing menyajikan responnya terhadap beberapa bangunan yang sudah diobservasi. Goenawan Mohamad menangkap impresi pada benda, gambar, dan tulisan yang ada di Monas, Studio Cahaya, dan Gelora Bung Karno melalui lukisan dan catatan. Hikmat Darmawan mengkritik pengalaman spiritual dan ingatan tentang modernisme pada bangunan Masjid Istiqlal, Bundaran HI, dan Gedung Pola melalui komik. Alvin Tjitrowirjo merekam momen sehari-hari di Bundaran HI, Monas, dan Rumah Silaban melalui foto-fotonya. Sedangkan Cecil Mariani menuangkan ingatan dan kritik personalnya terhadap fenonema kecil yang terlupakan di bangunan Gelora Bung Karno, Studio Cahaya, dan Rumah Adhi Moersid lewat instalasi objek.
Dengan penyajian yang terbuka, pameran ini mengizinkan, bahkan mengundang pengunjung berinteraksi dengan materi-materi yang dipaparkan. Mulai dari mengintip komik Hikmat Darmawan, membolak-balik arsip di mading, atau sekadar mengamati semut-semut yang berbaris mengerumuni bakpao pada instalasi Cecil Mariani.
Beberapa kegiatan hiburan juga dilaksanakan di area galeri selama pameran berlangsung. Jika paparan materi merepresentasikan gagasan tentang okupasi, maka kegiatan-kegiatan hiburan ini mewujudkan praktik okupasi itu sendiri terhadap galeri Kopi Manyar. Kegiatan tersebut antara lain Turnamen Capsa (6/11), lokakarya “Spontan Desain” (9/11), nonton bareng film "Tiga Dara" (10/11), ditutup dengan ngobrol-ngobrol santai membicarakan arsitektur dan produk-produk desain modern (15/11).
Dalam kegiatan-kegiatan ini yang menjadi titik berat bukanlah arsitekturnya saja, melainkan peran aktif pengguna dalam menikmati dan merespon ruang yang tersedia. Lewat intervensi kegiatan, dekorasi, serta penyajian materi yang sedikit nakal, setidaknya kita bisa memahami bahwa arsitektur bisa dinikmati dengan cara yang santai dan apa adanya.
Kurator: Setiadi Sopandi & Avianti Armand
Asisten Kurator: Rifandi Nugroho
Manager Produksi: Febriyanti Suryaningsih, Nadia Purwestri
Tim Produksi: Adelia Andani, Yasmin Azizah
Produser: arsitekturindonesia.org
Desain Arsitektur: FFFAAARRR: Andro Kaliandri, Azalia Maritza, M. Faugiansyah Alwi, Syifa Binaditia
Desain Grafis: Gemasemesta.co: Gema Semesta, Kinanti Della Mare, Reinanno Zantara
Seniman: Alvin Tjitrowirjo, Cecil Mariani, Goenawan Mohamad, Hikmat Darmawan
Dokumentasi: William Sutanto, Rizki Ramadhani
Occupying > Modernism adalah bagian dari “Encounters with Southeast Asian Modernism” memperingati 100 tahun Bauhaus.
Pameran occupying>modernism
Friedrich Silaban, Adhi Moersid, Adi Purnomo, R.M. Soedarsono
Ruang pamer utama di galeri kopimanyar, Bintaro.
Pameran occupying>modernism berkisah tentang bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi ruang-ruang arsitektur modernis.
Pameran ini mengundang empat kontributor/seniman untuk merespon delapan objek arsitektur modern dengan impresi mereka dalam bentuk karya berbagai medium. Merepresentasikan bagaimana ruang-ruang arsitektur modern dirayakan, digunakan, dirawat, dirusak, dihancurkan, ditinggalkan, dilupakan, dan ditelusuri kembali dalam konteks modern hari ini.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Masjid Istiqlal dalam Pameran occupying>modernism
Friedrich Silaban
Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal
Fragmen arsip Masjid Istiqlal, karya komik Hikmat Darmawan, dan instalasi objek Cecil Mariani di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Monumen Nasional dalam Pameran occupying>modernism
R.M. Soedarsono
Monumen Nasional, Tugu Nasional
Fragmen arsip Monumen Nasional, karya lukisan Goenawan Mohamad, dan karya fotografi Alvin Tjitrowirjo di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Rumah Silaban dalam Pameran occupying>modernism
Friedrich Silaban
Rumah Silaban, Rumah Silaban
Fragmen arsip Rumah Silaban dan karya fotografi Alvin Tjitrowirjo di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Gelora Bung Karno dalam Pameran occupying>modernism Gelora Bung Karno, Gelora Bung Karno
Fragmen arsip Gelora Bung Karno, karya lukisan Goenawan Mohamad dan karya instalasi objek Cecil Mariani di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Studi-O Cahaya dalam Pameran occupying>modernism
Adi Purnomo
Studi-O Cahaya, Fragmen arsip Studi-O Cahaya, karya lukisan Goenawan Mohamad dan karya instalasi objek Cecil Mariani di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Rumah Adhi Moersid dalam Pameran occupying>modernism
Adhi Moersid
Rumah Adhi Moersid, Rumah Adhi Moersid
Fragmen arsip Rumah Adhi Moersid, karya fotografi Alvin Tjitrowirjo, dan karya instalasi objek Cecil Mariani di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Rumah Adhi Moersid & Bundaran HI dalam Pameran occupying>modernism
Bundaran HI, Monumen Selamat Datang
Fragmen arsip Rumah Adhi Moersid & Bundaran HI, karya fotografi Alvin Tjitrowirjo, karya instalasi objek Cecil Mariani, dan karya komik Hikmat Darmawan di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Fragmen Gedung Pola dalam Pameran occupying>modernism
Friedrich Silaban
Gedung Perintis Kemerdekaan, Gedung Pola
Fragmen arsip Gedung Pola, komik Hikmat Darmawan dan karya lukisan Goenawan Mohamad di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Karya Instalasi Objek "Pseudo-Consumerism Products" Merespon Fragmen Masjid Istiqlal
Friedrich Silaban
Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal
Karya kolaborator dalam pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Sebuah arsip denah toilet pria Masjid Istiqlal rancangan F. Silaban direspon dalam bentuk lipatan kertas oleh Cecil Mariani.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Komik oleh Hikmat Darmawan Merespon Fragmen Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal, Mesdjid Istiqlal
Karya kolaborator dalam pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar, Bintaro.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Karya Instalasi Objek "Pseudo-Consumerism Products" Merespon Fragmen Gelora Bung Karno Gelora Bung Karno, Gelora Bung Karno
Karya kolaborator dalam pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar, Bintaro. Ingatan akan aroma bakpao yang dijual di sekitaran GBK masih melekat hingga saat ini. Dalam instalasinya, Cecil memasang bakpao asli sebagai bagian dari karyanya yang merespon fragmen arsip Gelora Bung Karno.
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Area Kontributor SEAM Encounters Negara Lain dalam pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Visual: gemasemesta.co
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Visual: gemasemesta.co
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Visual: gemasemesta.co
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Intervensi Ruang Kafe Kopimanyar dalam Pameran occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Visual: gemasemesta.co
Foto: William Sutanto
24 Oktober - 15 November 2019
Suasana Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Suasana Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar Kopi Manyar, Kopi Manyar
KREDIT
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Suasana Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar Kopi Manyar, Kopi Manyar
KREDIT
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Suasana Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar Kopi Manyar, Kopi Manyar
KREDIT
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Suasana Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar Kopi Manyar, Kopi Manyar
KREDIT
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Suasana Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar Kopi Manyar, Kopi Manyar
Adhi Moersid menyaksikan rumah tinggalnya di pameran occupying>modernism
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Bincang-bincang: Disclosing Our Modern Spaces dalam occupying>modernism
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Hikmat Darmawan dalam sesi Bincang-bincang: Disclosing Our Modern Spaces
Kopi Manyar, Kopi Manyar
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Bincang-bincang: Disclosing Our Modern Spaces dalam occupying>modernism
Kiri ke kanan: Setiadi Sopandi, Grace Samboh, Hikmat Darmawan, Avianti Armand
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Pembukaan Pameran occupying>modernism di Galeri Kopimanyar
Kiri ke Kanan: Setiadi Sopandi, Avianti Armand, Rifandi Nugroho
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
24 Oktober 2019
Pertandingan Chapsa, Salah Satu Rangkaian Acara occupying>modernism
Inisiator: FFFAAARRR & gemasemesta.co
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
30 Oktober 2019
Pertandingan Chapsa, Salah Satu Rangkaian Acara occupying>modernism
Inisiator: FFFAAARRR & gemasemesta.co
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
30 Oktober 2019
Pertandingan Chapsa, Salah Satu Rangkaian Acara occupying>modernism
Inisiator: FFFAAARRR & gemasemesta.co
Produksi: arsitekturindonesia.org
Program: SEAM Encounters
Foto: William Sutanto
30 Oktober 2019
客服
消息
收藏
下载
最近










































