查看完整案例

收藏

下载
Nikken Sekkei “Between Lives” Tema Utama Paviliun Jepang – ARCHINESIA
Nikken Sekkei “Between Lives” Tema Utama Paviliun Jepang
Nikken Sekkei “Between Lives” Tema Utama Paviliun Jepang
] Nikken Sekkei, biro arsitektur asal Jepang yang pernah menduduki peringkat kedua sebagai praktisi arsitektural terbesar kedua di dunia. Biro yang telah dibangun sejak tahun 1900 ini selalu ingin menciptakan desain yang nantinya tidak hanya menyajikan struktur atau benda saja, tetapi juga dapat memberikan pengalaman menggembirakan bagi penggunanya.
Untuk Paviliun Jepang di World Expo 2025, Osaka, Nikken Sekkei mengusung tema ‘Between Lives’. Tema tersebut berbicara mengenai siklus transformasi yang membentuk kehidupan terhadap tumbuhan, binatang, serta masyarakat. Paviliun Jepang ingin mengenalkan konsep “JUNKAN’ yang dapat diartikan sebagai siklus kehidupan. Mereka ingin memberikan cerminan bagaimana siklus kontinuitas dan dunia merupakan demonstrasi dari berbagai lingkaran yang saling terhubung. Konsep kontinuitas yang dibawa dalam arsitektur Paviliun Jepang diinterpretasikan dengan menggunakan struktur sirkular—tidak ada awal dan akhir.
Area interior Paviliun Jepang dibagi menjadi tiga zona utama—Plant Area, Farm Area, dan Factory Area—yang merupakan perwujudan dari ide siklus kontinuitas, serta tidak terpatahkan. Zona-zona tersebut akan membawa pengunjung masuk ke dalam instalasi untuk merasakan “living pavilion” dan memahami konsep “circulation.” Harapannya, pengunjung dapat menjadi bagian dari sebuah cerita besar yang tak berujung.
Paviliun ini dirancang dengan memiliki beberapa opsi
entrance
dan
exit
yang masing-masingnya memberikan narasi yang berbeda. Hal ini untuk memastikan kalau setiap kunjungan pada Paviliun Jepang dapat memberikan cerita unik, berpusat pada siklus kehidupan abadi.
Penggunaan material yang akan digunakan adalah cross-laminated timber (CLT), berbahan dasar kayu aras jepang. Setelah expo selesai, nantinya material ini masih akan digunakan kembali untuk berbagai proyek di seluruh Jepang. Hal ini dilakukan oleh Paviliun Jepang untuk memperkuat komitmen mereka terhadap keberlanjutan.
Selain itu, akan ditampilkan pembangkit listrik biogas dan teknologi daur ulang karbon Jepang pada paviliun. Teknologi tersebut akan mengonversi limbah makanan yang didapat dari lokasi expo untuk menjadi energi secara langsung karena proses ini ingin menyimbolkan kebaharuan dan keberlanjutan. Harapannya dari penampilan tersebut, dapat menginspirasi pengunjung untuk mengadopsi perilaku keberlanjutan karena, Paviliun Jepang memperbolehkan mereka untuk mengobservasi secara langsung. Dengan begitu, konsep “JUNKAN” yang diangkat juga tergambarkan dari dekomposisi dan regenerasi dari teknologi yang ditampilkan.
Paviliun Jepang beserta paviliun negara-negara lainnya akan hadir pada World Expo 2025 yang dapat kalian kunjungi di Osaka, Kansai, Jepang dari 13 April hingga 13 Oktober 2025. ARCHINESIAN yang tertarik dengan acara ini dapat ikut bergabung dengan ARCHINESIA Tour to Osaka yang akan dilaksanakan pada 28 Mei – 2 Juni 2025! (flw)
Nikken Sekkei Presents “Between Lives” as the Main Theme of the Japan Pavilion
Nikken Sekkei, a Japanese architectural firm that was once ranked second as the second-largest architectural practitioner in the world. The firm, which was established in 1900, always wants to create designs that will not only present structures or objects but can also provide a joyful experience for its users.
For the Japan Pavilion at the World Expo 2025, Osaka, Nikken Sekkei carries the theme ‘Between Lives’. The theme talks about the cycle of transformation that shapes the lives of plants, animals, and society. The Japan Pavilion wants to introduce the concept of “JUNKAN” which can be interpreted as the cycle of life. They want to reflect how the cycle of continuity and the world are demonstrations of various circles that are interconnected. The concept of continuity carried in the architecture of the Japan Pavilion is interpreted using a circular structure – there is no beginning and no end.
The interior area of the Japan Pavilion is divided into three main zones – Plant Area, Farm Area, and Factory Area – which are the embodiment of the idea of the cycle of continuity and are unbroken. These zones will take visitors into the installation to experience the “living pavilion” and understand the concept of “circulation.” The hope is that visitors can become part of a big, never-ending story.
The pavilion is designed with several entrance and exit options, each of which provides a different narrative. This is to ensure that every visit to the Japanese Pavilion can provide a unique story, centered on the eternal cycle of life.
The material used is cross-laminated timber (CLT), made from Japanese cedar. After the expo is over, this material will still be reused for various projects throughout Japan. This is done by the Japanese Pavilion to strengthen their commitment to sustainability.
In addition, a biogas power plant and Japanese carbon recycling technology will be displayed in the pavilion. This technology will convert food waste obtained from the expo location into energy directly because this process wants to symbolize renewal and sustainability. The hope is that this appearance can inspire visitors to adopt sustainable behavior because the Japanese Pavilion allows them to observe directly. That way, the concept of “JUNKAN” that is raised is also depicted from the decomposition and regeneration of the technology displayed.
The Japan Pavilion along with pavilions from other countries will be present at the World Expo 2025 which you can visit in Osaka, Kansai, Japan from April 13 to October 13, 2025. ARCHINESIANS who are interested in this event can join the ARCHINESIA Tour to Osaka which will be held on May 28 – June 2, 2025! (flw)
客服
消息
收藏
下载
最近










